Home Top Ad

Share:
JUDUL SKRIPSI : MENINGKATKAN KREATIVITAS MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS DENGAN PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER I SMP NEGERI 32 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2006/2007.

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan, kreativitas sangat penting karena kreativitas merupakan suatu kemampuan yang sangat berati dalam proses kehidupan manusia. Dengan kreativitas, sesorang dapat melakukan pendekatan secara bervariasi dan memiliki bermacam – macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu persoalan. Dengan kreativitas seseorang dapat menunjukan hasil perbuatan, kinerja atau karya, baik dalam bentuk barang maupun gagasan secara bermakna dan berkualitas.
Dalam tujuan pembelajaran matematika diantaranya untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, mengembangkan akifitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi atau dugaan, serta mencoba – coba (Depdikna, 2004: 6)
Aspek kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah yang harus dikembangkan ini menunjukan bahwa kemapuan pemecahan masalah dan kreativitas sangat penting sebagai bekal bagi siswa untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya.
Agar tujuan pembelajaran matematika dapat terwujud, maka perlu suatu perencanaan dalam pembelajaran matematika di kelas dan metode pembelajaran yang sesuai. Untuk mengatsi masalah ini perlu adanya hubungan timbal balik antara guru dan siswa. Dalam hal ini pembelajaran tidak hanya bersumber pada guru, tetapi juga pada siswa.
Dari ciri – ciri pembelajaran berbasis masalah yaitu, pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan keterkaiatan antara disiplin, penyelidikan autentik, kerjasama dan menghasikan karya, maka pembelajaran berbasis masalah ini sesuai jika diterapkan untuk mewujudkan tujuan pembelajaran matematika di antaranya aktivitas kreatif dan kemampuan pemecahan masalah.
Berdasarkan tahapan – tahapan dalam pembelajaran berbasis masalah yang diantaranya adalah membimbing penyelidikan individu atau kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah. Maka dimungkinkan munculnya ide-ide siswa dalam menanggapi dan meyelesaikan permasalahan yang bermakna dan berkualitas sehingga kreativitas siswa dapat muncul dan berkembang.
Peneliti memilih pokok bahasan persamaan garis lurus karena materi tersebut banyak sekali berhubungan dengan dunia nyata dalam kehidupan siswa baik yang disadari maupun tidak, selain itu untuk memahami materi persamaan garis lurus diperlukan ketelitian dan analisis masalah walupun persamaan garis lurus relatif sederhana.
Dari kreativitas seperti yang telah diuraikan, maka perlu adanya upaya agar dilakukan untuk meningkatkan kreativitas. Dan berdasar ciri serta tahap pembelajaran berbasis masalah, maka peneliti memilih pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kreativitas siswa. Berdasarkan masalah diatas maka peneliti mengambil judul “Meningkatkan Kreativitas Pada Mata Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Persamaan Garis Lurus Dengan Metode Berbasis Masalah Pada Siswa Kelas VIII Semester I SMP Negeri 32 Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007.


B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah pengajaran dengan menggunakan metode Pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan persamaan garis lurus dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas VIII-A SMP Negeri 32 Semarang.

Tujuan Penelitian
Bertitik tolak dari rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah :
“Apakah ada peningkatan kreativitas siswa jika diterapkan pembelajaran matematika berbasis masalah pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri Semarang ?”

D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian :
1. Bagi Siswa
Menumbuhkan kemampuan pemecahan masalah, kemampuan kerjasama, dan kemampuan komunikasi yang dapat melatih dan merangsang kreativitas siswa.
2. Bagi Guru
Mendapatkan pengalaman langsung meneliti dengan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengembangkan profesi guru serta mengubah pola dan sikap guru dalam mengajar yang semula berperan sebagai pemberi informasi menjadi berperan sebagai fasilitator dan mediator yang dinamis sehingga kegiatan belajar megajar yang dirancang dan dilaksanakan menjadi lebih efektif, efisien, kreatif dan inovatif.
3. Bagi Mahasiswa
Akan diperoleh pemecaham masalah dalam penelitian ini dan diperoleh suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas siswa.

Pembatasan Penelitian
Dalam penelitian kreatifitas ini penelitian mengukur kreativitas berdasarkan dimensi person, yaitu melalui inventori kepribadian kreatifitas yang meliputi sikap, motivasi, minat, gaya berpikir, dan kebiasaan–kebiasaan dalam berperilaku.

Batasan Istilah
Berdasarkan judul di atas maka perlu diketahui dan dipahami beberapa istilah di bawah ini.
1. Pembelajaran Berbasis Masalah
Ciri–ciri utama pembelajaran berbasis masalah meliputi pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan keterkaitan antara disiplin, penyelidik autentik, kerjasama, menghasilkan karya dan keragaman.
Pembelajaran berbasis masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak – banyaknya kepada siswa. Pembelajaran berbasis masalah bertujuan untuk (a) membantu siswa untuk mengemukakan ketrampilan berfikir dan ketrampilan pemecahan masalah (b) belajar peranan orang dewasa yang autentik dan (c) menjadi pembelajar yang mandiri.
Pada model pembelajaran berbasis pecahan masalah terdapat lima tahap utama dimulai dengan tahap memperkenalkan siswa pada masalah dan diakhiri dengan tahap penyajian dan analisis hasil kerja siswa.
2. Kreativitas
Persefektif psikologis lebih melihat kreativitas dari segi kekuatan kekuatan pada diri seseorang sebagai penentu kreativitas, seperti intelegensi, bakat, motivasi, sikap, minat dan disposisi–disposisi kepribadian yang lainnya (Supriadi Dedi, 1997: 22).
3. Inventori kepribadian
Invetori kepribadian ditujukan untuk mengetahui kecenderungan -kecenderungan kepribadian kreatif seseorang atau korelat-korelat kepribadian dengan kreativitas. Diartikan secara luas kepribadian kreatif meliputi sikap, motivasi, minat, gaya berpikir dan kebiasaan-kebiasaan dalam berperilaku (Supriadi Dedi, 1997: 22).
II.LANDASAN TEORI
Hakikat Pembelajaran
Menurut Fortana (dalam Suherman Erman, 2001: 8)belajar adalah proses perubahan individu yang relatif tetap sebagai hasil dari pengalaman. Sedangkan pembelajaran merupakan penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal.
Model pembelajaran dimaksudkan sebagai pola interaksi siswa dengan guru di dalam kelas yang menyangkut, strategi, pendekatan metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas (Suherman Erman, 2001: 8).

Pembelajaran Berbasis Masalah
Menurut (tim pemakalah, 2004 : 10) metode pemecahan masalah dipandang sebagai suatu metode yang memerlukan pemikiran tingkat tinggi dari para siswa. Suatu soal matematika dapat dipandang sebagai masalah jika (1) siswa memiliki pengetahuan prasyarat untuk menyelesaikan soalnya (2) soal terjangkau oleh siswa (3) siswa belum tahu cara menyelesaikannya, (4) siswa punya keinginan menyelesaikan soal tersebut.
1. Ciri – ciri khusus pembelajaran berbasis masalah adalah :
a. pengajuan pertanyaan atau masalah
Pembelajaran berbasis masalah mengorganisasikan pengajaran disekitar pertanyaan atau masalah yang dua-duanya secara sosial penting dan secara pribadi bermakna bagi siswa.
b. Berfokus pada keterkaiatan antar disiplin
Masalah dalam pembelajaran berbasis masalah dirancang benar-benar nyata, agar dalam pemecahannya siswa meninjau masalah tersebut dari banyak mata pelajaran.
c. Penyelidikan autentik
Dalam pembelajaran berbasis masalah siswa dituntut untuk menganalisa dan mendefinisikan, megembangkan hipotesis, dan membuat ramalan, megumpulkan dan menganalisis informasi, melaksanakan eksperimen (jika dipelukan), membuat inferensi dan merumuskan kesimpulan.
d. Menghasilkan produk/karya
Dalam pembelajaran berbasis masalah siswa dituntut untuk menghasilkan produk tertentu dalam bentuk karya nyata atau artefak dan peragaan yang menjelaskan atau mewakili bentuk penyelesaian masalah yang mereka temukan.
e. Kerja sama
Dalam pembelajaran berbasis masalah siswa dituntut untuk bekerja sama satu sama lain, paling sering secara berpasangan atau dalam kelompok kecil.
2. sintaks (alur proses) pembelajaran berbasis masalah
Tahap
Tingkah Laku Guru
Tahap-1
Orientasi siswa pada masalah
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya.
Tahap-2
Mengorganisasikan siswa untuk belajar
Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
Tahap-3
Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
Tahap-4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video dan model dan membantu mereka membagi tugas dengan temannya.
Tahap-5
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemcahan masalah
Guru membantu siswa dalam melakuakan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses – proses yang mereka gunakaan.

Kreativitas
1. Pengertian Kreativitas
Kreativitas merupakan suatu kajian yang komplek yang menimbulkan berbagai perbedaan pandangan. Perbedaan tersebut terletak pada bagaimana kreativitas itu didefinisikan. Adapun kreativitas didefinisikan sangat berkaitan dengan penekanan pendefinisian dan bergantung pada dasar teori yang menjadi dasar acuannya.
Utami Munandar (dalam Akbar Reni. 2001: 4), dalam uraiannya tentang pengertian kreativitas menunjukan ada tiga tekanan kemampuan, yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasi, memecahakan atau dalam menjawab masalah atau cerminan kemampuan operasional anak kreatif.
Ketiga kemampuan tersebut adalah sebagai berikut:
a. kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi maupun unsur-unsur yang telah ada.
b. Kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia, menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, di mana penekannya adalah pada kualitas ketepat gunaan dan keragaman jawaban.
c. Kemampuan yang secara operasional mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinilitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan memperkaya/memperinci suatu gagasan.
2. Kriteria kreativitas
Amabile (dalam Supriadi Dedi, 1997: 13) mengemukakan bahwa : penentuan kriteria kreativitas menyangkut tiga dimensi yaitu dimensi proses, person dan produk kreatif.
Dalam penelitian ini kriteria kreativitas ditentukan berdasarkan dimensi person. Amabile (dalam Supriadi Dedi, 1997: 13) mengemukakan bahwa pengertian person sebagai kreativitas identik dengan apa yang oleh guilford (1950) disebut kepribadian kreatif yang pada intinya meliputi: dimensi kognitif (yaitu bakat) dan dimensi non kognitif (minat, sikap dan kualitas temperamental). Menurut teori ini, orang-orang kreatif memiliki ciri-ciri kepribadian yang sangat signifikan berbeda dengan orang-orang yang kurang kreatif.
3. Pengukuran kreativitas
Ada lima pendekatan dalam menilai kreativitas, yaitu analisis obyektif terhadap produk kreatif, pertimbangan subyektif, inventori kepribadian, inventori biografis dan tes kreativitas, yang dalam hal ini peneliti meneliti kreatifitas berdasarkan pendekatan inventori kepribadian.
Inventori kepribadian ditujukan untuk mengetahui kecenderungan–kecenderungan kepribadian kreatif sesorang atau korelat–korelat yang berhubungan dengan kreatifitas. Diartikan secara luas kepribadian kreatif meliputi sikap, motivasi, minat, gaya berpikir dan kebiasaan – kebiasaan dalam berprilaku.

Uraian Materi
1. Menggambar garis pada bidang kartesius yang persamaannya y = mx dan y = mx + c.
Untuk menggambar garis yang persamaannya y = mx dan y = mx + c terlebih dahulu dibuat dua titik yang koodinatnya memenuhi persamaan–persamaan tersebut, kemudian menarik garis lurus melalui kedua titik tersebut.
Contoh.
Gambarlah garis dengan persamaan
(a) y = 2x
(b) y = 2x + 1
penyelesaian
(a) y = 2x
untuk x = 1 maka y = 2.1 = 2
untuk x = 2 maka y = 2.2 = 4


Dalam tabel
x
1
2
y
2
4

Gambar
Y
9
8
7
6
5
4 y = 2x
3
2
1
0
1 2 3 4 5 X

(b) y = 2x + 1
untuk x = 1 maka y = 2.1 = 2
untuk x = 2 maka y = 2.2 = 4


Dalam tabel
x
1
2
y
2
4

Gambar

Y
9
8
7
6
5 y = 2x + 1
4
3
2
1
0 X
1 2 3 4 5


2. Gradien sebuah garis
Gradien garis yang melalui dua buah titik A dan B dapat dicari dengan menggunakan rumus :
Ordinat Titik B – Ordinat Titik A
m =
Absis titik B – Absis titik A
Contoh.
Tentukan gradien garis yang melalui titik (3,5) dan titik (2,1).
Penyelesaian.



Jadi gradien garis yang melalui titik (3,5) dan titik (2,1) adalah 4.
3. Persamaan garis yang diketahui gradiennya dan melalui suatu titik.
Misal suatu garis mempunyai gradien m dan melalui titik maka persamaan garis tersebut adalah:

Contoh.
Tentukan persamaan garis yang gradiennya 4 dan melalui titik (2,5).
Penyelesaian.

Jadi persamaan garis yang m gradiennya 4 dan melalui titik (2,5) adalah .
4. Menentukan persamaan garis jika diketahui gambarnya.
Cara 1:
Langkah 1 : tentukan 2 pasang titik yang terletak garis tersebut.
Langkah 2 : carilah gradien garis tersebut.
Langkah 3 : tentukan persamaan garis dengan rumus dengan adalah salah satu titik yang melalui garis tersebut dan m adalah gradien.
Cara II :
Dengan menggunakan rumus
Contoh.
Tentukan persamaan garis pada gambar di bawah ini.







Y
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
1 2 3 4 5 X

Penyelesaian.
Cara 1:
Langkah 1: garis melalui titik (1,5) dan (3,3).
Langkah 2:



Langkah 3 : tentukan persamaan garis dengan rumus Pilih titik (3,3).





Jadi persamaan garis pada gambar di atas adalah
Cara II:

Jadi persamaan garis pada gambar di atas adalah .
5. Menentukan persamaan garis yang melalui 2 buah titik dan
Tentukan persamaan garis yang melalui titik A (1,2) dan B (4,5) ?
Cara 1:
Langkah 1: Tentukan gradien garis 1




Langkah 2: Tentukan persamaannya dengan rumus




Jadi persamaan garis tersebut adalah

Cara II:
Jadi persamaan garis tersebut adalah
Kerangka berpikir
Dalam kehidupan, kreativitas sangat penting karena kreativitas merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia. Dengan kreativitas, seseorang dapat melakukan pendekatan secara bervariasi dan memiliki bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu persoalan. Dengan kreativitas, seseorang dapat menunjukkan hasil perbuatan, kinerja atau karya, baik dalam bentuk barang maupun gagasan secara bermakna dan berkualitas.
Dalam tujuan pembelajaran matematika diantaranya untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, megembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi atau dugaan, serta mencoba–coba.
Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah dengan pembelajaran yang mampu mengkondisikan siswa sedemikian rupa sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran, mampu bekerja sama diantara siswa, serta melatih ketrampilan siswa sehingga kreatifitas dan kemampuan pemecahan masalah siswa dapat dikembangkan yaitu dengan pembelajaran berbasis masalah.

Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka pikir yang dikemukan di atas, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
“Dengan penerapan pembelajaran berbasis masalah maka kreativitas siswa kelas VIII-A SMP Negeri 32 Semarang dapat meningkat.

III.METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti adalah SMP Negeri 32 Semarang.

B. Subjek Penelitian
Subjek penelitian kelas yang dilakukan peneliti adalah guru matematika dan siswa kelas VIII-A SMP Negeri 32 Semarang tahun pembelajaran 2006/2007.

C. Indikator Kinerja
Indikator untuk mengukur keberhasilan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. apabila diperoleh skor rata – rata observasi kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah
2. Apabila 65% siswa dalam kategori kreatif.
3. Apabila siswa mengalami peningkatan kreatifitas dari siklus I ke siklus II, yang diukur dengan melihat adanya peningkatan skor rata – rata dari rata – rata skor siswa dari lembar observasi sikap kreatif, lembar observasi berpikir kreatif, angket kreatifitas.
D. Desain Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing – masing siklus dengan tahap : “Perencanaan – Interprestasi – Observasi – Refleksi”, dan dilaksanakan kolaborasi partisipatif antara peneliti dengan guru matematika. Masing – masing siklus dilakukan satu kali pertemuan:
a. Tahap Perencanaan
Siklus 1 :
1. Guru menyiapkan rencana Pembelajaran (RP) pokok bahasan “Persamaan Garis Lurus sub pokok bahasan sifat – sifat garis lurus”. Rencana Pembelajaran mencakup rumusan Indikator Pembelajaran.
2. Guru menyiapkan kartu masalah persamaan garis lurus sub pokok bahasan sifat – sifat garis lurus (2 buah) yang berhubungan dengan dunia nyata dalam kehidupan sehari – hari.
3. Guru menyiapkan soal evaluasi (Siklus 1).
4. Guru menyiapkan lembar pengamatan berbasis masalah untuk guru (Siklus 1).
5. Guru menyiapkan lembar observasi berpikir kreatif dan sikap kreatif untuk siswa (siklus 1).
6. Guru menyiapkan angket kreatifitas yang terdiri dari angket motivasi, angket sikap kreatif, angket berpikir kreatif, angket minat dan perilaku siswa dalam pembelajaran untuk siswa (Siklus 1).
7. Guru menyiapkan angket refleksi terhadap pembelajaran untuk siswa (siklus 1)
Siklus 2:
1. Guru menyiapkan Rencana Pembelajaran (RP) pokok bahasan “Persamaan Garis Lurus sub pokok bahasan menentukan persamaan garis lurus”. Rencana Pembelajaran mencakup rumusan indikator pembelajaran.
2. Guru menyiapkan kartu masalah persamaan garis lurus (1 buah) yang berhubungan dengan dunia nyata dalam kehidupan sehari – hari.
3. Guru menyiapkan soal evaluasi (Siklus 2).
4. Guru menyiapkan lembar pengamatan berbasis masalah untuk guru (Siklus 2).
5. Guru menyiapkan lembar observasi berpikir kreatif dan sikap kreatif untuk siswa (siklus 2).
6. Guru menyiapkan angket kreatifitas yang terdiri dari angket motivasi, angket sikap kreatif, angket berpikir kreatif, angket minat dan perilaku siswa dalam pembelajaran untuk siswa (Siklus 2).
7. Guru menyiapkan angket refleksi terhadap pembelajaran untuk siswa (siklus 2).
b. Tahap Implementasi
Tahap implementasi yaitu pelaksanaan RP yang telah disiapkan pada tahap perencanaan.
1. Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa (absensi).
2. Guru menyampaikan apersepsi tentang fungsi yang berkaitan dengan persamaan garis lurus.
3. Guru menyampaikan indikator pembelajaran/tujuan pembelajaran.
4. Guru memberikan contoh salah satu masalah kontekstual dengan membagikan kartu masalah.
5. Guru membagi siswa dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa, kemudian kelompok tersebut diberi nama.
6. Guru menginformasikan pendekatan pembelajaran yang akan dilakukan, membagikan alat dan bahan yang ada (papan nama kelompok, kokart, kertas manila dan spidol) dan meminta setiap anggota kelompok untuk bekerjasama dan melakukan pembagian tugas.
7. Guru membimbing siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, menemukan penjelasan dan pemecahan masalah yang di berikan dan menggaktifkan dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya.
8. Guru memantau kerja masing-masing kelompok dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan.
9. Guru meminta siswa memprementasikan kerja kelompok di depan kelas.
10. Guru membantu siswa yang kesulitan dalam memprementasikan hasil kerja kelompoknya.
11. Guru menganalisis proses hasil kerja tiap kelompok.
12. Guru membantu siswa mengkaji ulang proses atau hasil pemecahan masalah.
13. Guru memberi penguatan terhadap hasil pemecahan masalah.
14. Guru membimbing siswa untuk merangkum materi/memberikan kesimpulan.
15. Guru memberikan penghargaan terhadap kelompok paling kompak, paling banyak bertanya, paling bagus dalam menjawab pertanyaan, paling bagus dalam presentasi.
16. Guru memberikan soal evaluasi untuk dikerjakan siswa.
17. Guru memberikan PR pada siswa untuk mencari kejadian-kejadian disekitar siswa sehingga dapat memenuhi suatu persamaan garis.
18. Guru menutup pelajaran.
c. Tahap Observasi
Observasi terhadap proses belajar mengajar yang sedang berlangsung untuk mengetahui kegiatan-kegiatan siswa selama pembelajaran serta untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan pembelajaran yang dilaksanakan saat implementasi pembelajaran berlangsung, dalam hal ini mahasiswa peneliti sebagai pengamat.
d. Tahap Refleksi




Refleksi merupakan analisis hasil pengamatan dan hasil evaluasi dari tahap-tahap dalam siklus. Refleksi dilaksanakan segera setelah implementasi dan observasi selesai.
Prosedur kerja tersebut secara garis besar dapat dijelaskan pada bagan di bawah ini:

Revisi Perancanaan Implementasi Observasi
Perencanaan Awal
Implementasi pemodelan
Observasi



Refleksi
Refleksi


E. Prosedur Penelitian
Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
a. data tentang kreatifitas diambil dari angket, observasi dan evaluasi.
b. Data tentang proses belajar mengajar pada saat dilaksanakan tindakan diambil dengan lembar observasi dan hasil angket.
c. Data tentang refleksi diri serta perubahan-perubahan yang terjadi di kelas diambil dari jurnal harian dan catatan penelitian.
F. Alat Pengumpul Data
Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
a. lembar observasi yang terdiri dari lembar observasi berbasis masalh untuk guru, lembar obsevasu sikap kreatif untuk siswa, dan lembar observasi berpikir kreatif untuk siswa.
b. Tes tertulis/evaluasi.
c. Angket refleksi terhadap pembelajaran, dan angket kreativitas yang terdiri dari angket motifasi, angket sikap kreatif, angket berpikir kreatif, angket minat dan perilaku siswa dalam pembelajaran.

G. Tehnik Pengumpulan Data
Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
a. Metode observasi
Metode ini digunakan untuk mengamati kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran siswa sehinggadapat diketahui apakah proses pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas siswa.
b. Metode tes
Metode tes berupa evaluasi digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa.
c. Metode angket
Metode angket yang digunakan adalah metode angket langsung yaitu daftar pertanyaan yang diberikan langsung kepada siswa untuk diminta pendapat tentang keadaan diri sehingga diketahui kreativitas siswa

H. Analisis Data
Tahap-tahap analisis datanya adalah sebagai berikut.
a. reduksi data, berupa analisis data yang mengarah pada proses menyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, mentransformasikan data mentah yang tertulis pada catatan lapangan dalam bentuk portofolio.
b. Paparan data, untuk memunculkan dan menunjukkan kumpulan informasi penelitian tindakan kelas (PTK) yang sudah terorganisasi dalam portofolio yang memungkinkan peneliti untuk mengambil simpulan atau tindakan.
c. Penarikan simpulan dari paparan data, yang berupa hasil dari temuan-temuan yang menonjol selama pelaksanaan tindakan kelas sehingga mampu menjawab permasalahan dan tujuan penelitian dapat tercapai.






DAFTAR PUSTAKA
Akbar, Reni, dkk. 2001. Kreatifitas. Jakarta : PT GRASINDO (Gramedia Widiasarana Indonesia).
Depdiknas. 2004. Kurikulum 2004 sekolah Menengah Pertama : Mata Pelajaran Matematika. Jakarta: Depdiknas.
Djunaedi, Dedi. 1998. Penuntun Matematika untuk SLTP. Bandung : Mizan.
Ibrahim, muslimin, dkk. 2001. Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya : UNESA-University Press.
Poerwodarminto W.J.S. 1999. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Suherman, Eman. 2001. Strategi Pembelajaran Matematika Kontenporer. Bandung : JICA.
Supriadi, Dedi. 1997. Kreatifitas, Kebudayan, dan Perkembangan IPTEK. Bandung : CV DWI RAMA.
Sardiman A.M. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grasindo Persada.
Sudjana, Nana. 1990. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Tim Pemakalah Unnes. 2004. Kumpulan Makalah Seminar Nasional Matematika dalam Rangka Konferdu X HMI Jateng DIY di UNSOED Purwakarta. Semarang : UNNES-University Press.

Proposal

MENINGKATKAN KREATIVITAS PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS DENGAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER I SMP NEGERI 32 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2006/2007.







2 komentar

dyah_maniEs mengatakan...

Assalamu'alaikum
saya Dyah,mahasiswa FKIP UNLAM Banjarmasin,,
Bisa dikirimkan contoh kartu masalahnya gak??kebetulan saya masih bingung nyari contoh masalah yang cocok untuk materi persamaan garis lurus..mhon bantuannya...Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak.

dyah_maniEs mengatakan...

Ditunggu balasannya...